Hati Yang Terpatri

Tulisan ini sebenernya dah lama bangat gua tulis, ini gua copas dari FB gua yang gua tulis sesaat setelah gua jadi bagian dari Jakantor Community, kalo di fb sih tertulis pada 01 November 2010 jam 16:41

 

aku selalu duduk di serambi hatimu
menunggu saat-saat itu datang
saat kau membawa sejuta keindahan
untuk membununuh rindu yang kian menggunung…

aku selalu berdiri di bawah hari;
ancaman mentari yang menganga garang
ribuan hasap yang kutelan di jalan berdebu
tak jadi aral untukku menyerumu

aku masih di sini….
dengan kaki telanjang
berteriak lantang pada jejak yang panjang

aku masih di sini…
memasang badan
agar kusam tak menggores semangat oren
hingga nadi berhenti mengalir
hingga jantung enggan berdetatak
hingga roh terpisah dari badan

PERSIJA…. kau tetap terpatri di hatiku
lalu, kini hingga akhir nanti….

Advertisements

Antara Saya, Sepakbola, dan Persija

>> Penulis: Aryz

foto: Illa Verdila

Sebenarnya tulisan ini hanya sebagai sharing juga sebagai flashback saya beberapa tahun yang lalu ketika saya baru mengenal sepakbola, dan terntu saja, klub kesayangan saya, persija.

Buat sebagian orang barangkali sepak bola menjadi hal yang sangat luar biasa, bahkan menjadi hobi tersendiri. Tapi, tidak sedikit pula yang beranggapan, sepak bola suatu hal yang amat membosankan… saya sendiri masuk di katagori yang kedua, ya.. buat saya sungguh membosankan. Kala itu, ketika saya masi duduk di bangku (SD) sekolah dasar, Seperti kebanyakan anak perempuan sebaya, hampir bisa dibilang saya sangat alergi untuk bersentuhan secara langsung dalam persoalan si kulit bundar. menurut saya kala itu, sepakbola itu ga seru, bosen, bola satu aja kok direbutin banyak orang? wal hasil ketika ayah saya menonton sepakbola ditelevisi saya pun marah” karena acara tv kesayangan saya harus tergusur oleh liga italia (ayah saya milanisti). Continue reading