Ejekan soal offside berekor pemecatan komentator sepakbola

Tulisan yang akan anda baca kali ini, bukan dari buah karya saya, tapi dipersembahkan oleh seorang Wartawan dari BBC Indonesia,  adalah Anton Alifandi yang tulisannya saya “copas” dari situs resminya BBC.

Selamat menikmati…


Anton Alifandi

Anton Alifandi | 2011-01-27, 14:26

Anda yang sudah menonton filem Inggris Bend It Like Beckham mungkin masih ingat adegan dimana ibu dari pemeran utama filem itu bertanya kepada suaminya tentang peraturan offside, agar dia bisa mengerti permainan sepakbola yang digemari putrinya, yang diperankan oleh Keira Knightley.

Dengan alat peraga berupa botol minuman dan saus tomat sebagai representasi pemain, sang suami berusaha menjelaskan berbagai skenario dimana seorang pemain berada dalam posisi offside.

Sang ibu yang dimainkan oleh Juliet Stevenson tetap saja tidak mengerti.

Cuplikan filem itu menggambarkan stereotip wanita yang tidak mengerti sepakbola dengan aturan-aturannya yang membingungkan.

Saya kira peraturan offside membingungkan bagi siapa saja yang tidak mengikuti sepakbola, tidak hanya wanita.

Saya suka sepakbola tetapi kadangkala juga dibuat bingung oleh aturan offside sehingga sebelum menulis tentang tema ini harus membaca dulu tentang segala aspek aturan yang khas ini.

Seksisme

Di Inggris omongan tentang aturan offside ini membuat seorang komentator sepakbola terkenal dipecat, dan seorang presenter rekannya mengundurkan diri.

Komentator stasiun televisi Sky Sports Andy Gray dan presenternya Richard Keys mengira mikrofon mereka sedang mati menjelang tayangan pertandingan Liverpool melawan Wolves pekan lalu. Mereka kemudian berkomentar soal hakim garis wanita dalam pertandingan itu bernama Sian Massey.

Dengan nada kesal Gray mengatakan perempuan tidak mengerti aturan offside, dan pendapat ini diamini oleh Keys.

Ternyata dalam pertandingan Massey menjalankan tugasnya dengan bagus, dia mengambil keputusan yang benar ketika Raul Meireles lepas dari perangkap offside dan memberi umpan yang menghasilkan gol bagi Fernando Torres.

Ucapan Gray dan Keys ini dibocorkan oleh rekan kerja mereka di televisi Sky Sports dan langsung menyebar kemana-mana.

Reaksi yang muncul umumnya mengkritik ucapan mereka, antara lain dari kapten timnas Inggris Rio Ferdinand yang dalam akun twitternya mengatakan mendukung sepenuhnya wanita menjadi official sepakbola.

Begitu gambar video ini beredar, Sky Sports langsung menjatuhkan skors kepada Gray dan Keys.

Bukan kali ini saja, kontroversi soal seksisme terjadi dalam sepakbola Inggris.

Tidak patut

Beberapa tahun lalu manajer Luton Town Mike Newell didenda £6500 oleh persatuan sepakbola Inggris FA, karena mengkritik hakim garis perempuan yang bertugas dalam pertandingan timnya.

Ternyata bukan sekali ini saja Gray mengeluarkan ucapan atau sikap yang merendahkan wanita.

Dalam sebuah tayangan lain, terlihat Gray meminta rekan kerjanya seorang wanita, agar memasukkan kabel mikrofon ke dalam celana panjangnya.

Setelah video itu beredar, Sky Sports memecat Gray dengan alasan dia melakukan perbuatan yang tidak patut.

Dua hari kemudian Richard Keys mengundurkan diri setelah beredar video yang menunjukkan dia berbicara dengan bahasa yang tidak pantas tentang seorang wanita.

Masalah seksisme dan rasisme dalam kehidupan publik di Inggris, bukan masalah main-main.

Rasisme

Televisi Inggris lainnya, ITV, tahun 2004 lalu memecat komentator mereka Ron Atkinson karena ucapannya yang menghina seorang pemain kulit hitam.

Bekas manajer Manchester United ini dipecat karena menyebut pemain Chelsea Marcel Desailly sebagai pemain malas, seperti layaknya orang kulit hitam dan istilah bahasa Inggris yang dipakai untuk menyebut orang kulit hitam juga kasar.

Atkinson tidak menyadari bahwa mikrofonnya masih hidup ketika memberikan pendapat itu.

Dalam kasus Gray dan Keys, paling tidak ketika baru video pertama yang berbicara soal offside beredar, ada juga yang membela mereka dengan perkataan bahwa ucapan itu cuma gurauan saja yang tidak perlu ditanggapi serius.

Ucapan ini antara lain dilontarkan oleh mantan kapten tim kriket putri Inggris.

Tetapi dengan beredarnya video-video lain yang menunjukkan bahwa bukan sekali ini Gray dan Keys berbicara dan berbuat tidak pantas, simpati itu berkurang dan tekanan agar mereka dipecat semakin ramai.

Kasus ini menunjukkan bahwa di Inggris pada zaman sekarang, orang yang melakukan penghinaan berdasarkan gender atau ras akan menghadapi sanksi, entah sanksi sosial, kepegawaian atau hukum.

Alih-alih mengejek wanita tidak mengerti aturan offside, Andy Gray dan Richard Keys malah mencetak gol bunuh diri yang menamatkan karir mereka di Sky Sports.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s