Ketika Kita Ingin Bersikap Aneh

Awas.. banyak mata mengintai anda..

sangat di sarankan untuk tidak melakukan hal yang aneh-aneh, semisal nyari sinyal sampe masuk ke dalem comberan.. atau pergi kemana-mana naek burung elang raksaksa (kaya sinetron di indosiar) biar terhindar dari macet.. atau ngupil di depan eSbeYe yang lagi pidato. Kemungkinan besar siapapun yang melakukan semua hal di atas, bakal masuk ke jejaring sosial manapun. dan dijamin akan jadi bulan-bulanan para pemburu komentar.

Sukur-sukur kalo malah  jadi tenar kaya Sinta dan Jojo, atau Norman Kamaru. itupun masih ada aja yang nyelah.. lah kalo di pandangnya buruk ehmm.. pasti dah tuh, coment-coment yang bikin anda ciut akan berlomba..

Ambil contoh, ada mobil Alphard yang ketauan nigisi bensin di salah satu Pompa Bensin di Jakarta, saat di foto Terlihat pompa injeksi berwarna kuning ini sedang ‘nyangkut’ di Alphard tersebut. Warna kuning adalah warna acuan untuk bensin premium bersubsidi. Emang sih ga ada peraturan yang mendasar tentang batasan yang jelas, antara siapa saja yang boleh menggunakan bbm bersubsidi dan mana yang ga. Tapi ini bener-bener konyol namanya..

foto bergambar Mobil pabrikan Toyota sedang isi bensin jenis Premium ini di posting oleh salah satu akun di situs jejaring Twitter. Dan wal hasil.. coment-coment bernada sinis pun mengiringi;

“Ooo, jadi temen2 mahasiswa demo ampe bentrok kemarin buat ini toh. Ya ya ya,”  lainya menulis “Hanya pemilik Alphard yang super konyol yang mau minum Premium. Jadi standar dan ukuran cc mobil berpengaruh besar terhadap konsumsi premium,”  masih banyak lagi coment-coment miring lainnya. (liat sendiri aja deh).

***

Sekarang gua mao mengomentarin soal nih mobil ko bisa-bisanya pake BBM bersubsidi. (ini opini gua pribadi)

Dari segi ketahanan mesin jelas mobil super mewah ini sangat di anjurkan untuk menggunakan Pertamax, yang plus- malah kalo perlu. Bisa-bisa nglitik dan lama-lama jebol mesinnya kalo keseringan diisi pakai Premium. Gua bukan ahli otomotif, tapi gua tau mana “pizza” dan yang mana “ongol-ongol”.😀

Dari segi sosial, memperihatinkan, miris.
Bukanya banyak spanduk, banner bahkan baleho yang terang-terangan bilang kalo BBM bersubsidi hanya untuk kalangan tidak mampu. Lah kalo BBM yang bersubidi di sedot terus-terusan sama orang kaya, yang kemana-mana pake mobil mentereng, setujuh dong? kalo gua bilang ini pelanggaran. kenapa gua bilang orang kaya? karena  -meskiun relatif- yang sering pake mobil identik dengan orang kaya. hehehehe..

Satu kata lah untuk mereka yang sebenarnya mampu tapi tetep menggunakan BBM bersubsidi, Sadarlah bossss…

Sebenernya ini bukan karena sejak awal gua punya motor emang pake pake pertamax. Ini balik lagi ke pribadi masing-masing, tapi gua lebih setuju kalo BBM bersubsidi di pake oleh angkot atau mobilnya tukang sayur, tukang nganter makanan pokok, mobilnya tukang ayam dll yang berhubungan dengan urusan kebutuhan sehari-hari (sembako). biar efek dari kenaikan BBM ga berimbas meroketnya harga-harga di pasar.

***

Intinya lakukan lah hal yang semestinya di lakukan. Apalagi sampe menggaggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat banyak.

Saran gua; Jangan lupa “siul” kalo tidak ingin di gebukin masal ketika anda kentut di tengah keramaian. percayalah dengan ‘siul’ itu berarti tanda bahwa anda seorang yang jujur.. *lho hubungannya apa?.. Entahlah, tapi Kejujuran menjadi penting di jaman yang super edan.

*salam super

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s