detik demi detik

 02 Maret 2011 jam 23:49

Ancur-ancur gini gua masih inget loh, kapan pertama kali gua brojol dan ngerasain sumpeknya dunia. di sela-sela bertumpuknya pekrejaan gua coba mematri sedikit tanda, [bukan nisan] hanya sebatas mengingatkan diri sendir, bahawa usia tak selamanya ada…

tik…tik..tik,
perlahan-lahan aku beranjak
mencoba menerawang ke belakang
mengigat – ingat tapak jejak yang tertinggal…

tik…tik…tik…
tak terasa jumlah detik bertambah;
entah berapa jumlah detik telah ku kumpulkan
hinga hari ini aku meraja dan masih memahami
arti sesungguhnya cinta

tik…tik…tik…
tak terasa jumlah detik bertambah
entah berapa lagi  jumlah detik
akan menjadi temen setia
hingga saatnya aku berkaca,
mencoba menghibur diri “aku masih tampan sepeti dulu”

tik…tik…tik…
satu…satu, detik itu mencoba mendekati tubuhku
menyatu dengan batin, mengalir
pada tiap garis wajah
hinga saatnya satu detik menjadi
pembalut kekhawatiranku

tik…tik…tik…
aku hanya bisa pasrah
karena, tiap detik adalah pemberian
dari dan milik sang Rabb
*terima kasih buat semua yang tak segan berbagi doa, semoga semua hal baik menghampiri dan menyapa jalan kita semua…

amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s