untuk dia

telah tertutup pandanganku
oleh tebalnya kabutmu
kenapa tak juga awanmu
mencerahkan batinku

sengaja ku buka luas
jendela hatiku
kenapa tak satupun kelopakku
yag kau siram dengan cahayamu

wahai angin di persimpangan jalan
terbangkan aku bersama butirmu
jatuhkan aku pada pangkuannya

walau aku tak yakin keberadaanku
tak mengusik ruangnya
namun perasaan tak dapat di terka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s