Tulisan Tak Se-sempurna Banana Bread

 

Ini kali pertama gua mosting menggunkan henpon… Awalnya sih sempet ragu.. Takut aja, kalo tiba-tiba jempol tangan gua jadi cantengan.. Dan atau jadi lebih besar dari yang seharusnya.

Belom lagi, udah bisa dipastiin bakal ada banyak huruf yang berdiri di bukan baris sebenarnya, semisal harusnya, tapi menjadi t*i karena kurang tekan tombol P… Atau cawang jadi cawgan.. *kalo ini terkontaminasi sama  bacot

Yang pasti akan ada banak keslahan-kesalahan non teknisnya, tuh kan, banyak jadi banak…😀

Gua kaga ada laptop di rumah, ke warnet hampir mustahil, mending gua ngopi daripda basah-bashaan kena ujan ke warnet cuma buat bikin supaya tulisan ga salah ketik,  jadi kaga ada salahnya gua coba nulis pake nih hp.

Hasilnya? Nilai deh sendiri. Tangan gua berasa pegel buat nulis soal penilaian..

Yang jelas tulisan ini ga akan sesempurna Banana Bread olahan pak Hadi dan Tansen, yang kini menjadi  penerus toko roti Tan De Bakker yang didirikan oleh Pak Tan, yang juga kake kandungnya Tanse pada tahun 1963 silam.

madree - dee

Pak Hadi dan Tansan merupakan  tokoh central dalam cerita Madre. Selain Mei, penguaha roti yang pada akhirnya tertarik untuk mengembangkan roti buatan Pak hadi dan Tan, serta beberapa nama lainya hasil dari kepiawaanya menulis  Mba Dee.

Roti yang dihaslkan oleh kedua orang ini  emang bukan sebangsa roti biasa, karena  setiap roti yang di buat Tan De Bakker, menggunakan biang yang sejak roti pertama hingga sekarang masih sama, dan bukan menggunakan ragi instant seperti pembuat roti kebanyakan. Adonan biang itu adalah Madre.

Konon Madre inilh yang membuat  Tan De Bakker,menjadi begitu istimewa pada masanya. Meski akhirnya bangkrut karena banyaknya bermunculan toko roti modern. Adonan biang  yang diberi nama madre itu adalah hasil perkawinan antara air, tepung, dan fungi bernama saccharomyses exiguuss..

Madre di ciptakan dengan bereksperimen dari banyak bahan, yang di kulturkan sendiri oleh pemilik pertama Tan De Bakker, hingga menghasilkan cita rasa yang paling pas. Madre lahir pada tahun 1941 bahkan sebelum Tan De Bakker ada.

Cukup lama Tan De Bakker mati suri, dan haya pak Hadi satu-satunya orang yang menghuni toko tua itu, Akhirnya Tan De Bakker di wariskan kepada Tanse cucu dari si pendiri toko.

2 orang inilah yang akhirnya merawat dan menghidupkan kembali cita rasa Tan De Bakker beserta Madre-nya.

Sejenak, hati terhenti. Diikutin jempol gua yang juga lepas dari tombol quwerty, kaget, Dikejutkan nyokap gua yang tiba-tiba nyodorin 3 buah roti berbubgkus plastik bening tanpa merk… (Tematik bgt ya, ini bukan sengaja lho)

“Ga mak, makasih”… saut gua.

sebenernya bukan ga doyan, Sepertinya selera gua soal roti jadi naek level, seakan tak lagi berselera dengan roti kempes yang kini persis berada di hadapan  gua. terseret jauh oleh roti-roti yang ada dalam buku, yg saat ini lagi gua baca. Padahal gua sendiri ga tau kaya apa bentuk roti buatan Tan De Bakker,  yang menurut kisah memiliki kerak coklat ang tebal di perrmukaannya, kenyal seperti permen karet, tapi lembut di kedua sisi sampingnya. Sangat stimewa; rasa tawar dengan sedikit asin yang pas, aroma ragi yang kuat dan tubuh yang merongga lembut  – ketika di kunyah- seperti sedang mengunyah kapas.

Saking sempurnanya roti yang di hasilkan toko roti yang kini berubah nama- dulu Tan De Bakker-  jadi Tanse De Bakker, sampai membuat seorang perempuan muda jatuh hati, perempuan cantik  yang juga pengusaha roti, pngusaha roti yang hebat. Cintanya bukan hanya pada rotinya saja.  tapi juga  pada si pembuatnya,Tansen.  Penyebabnya jelas karena seranjang Banana Bread dengan cita rasa sempurna.

Jauh beda kan? Sama tulisan gua yang seancur dan seberantakan ini dengan Banana Bread  yang begitu sempurna di tiap detailnya. yahhh, tapi setidaknya saat gua nulis ini gua ada kegiatan, dibanding cuma bengong melototin aer ujan, dan cuma membiarkan otak terus berfikir dimana gua bisa bercerita dalam tulisan dalam halaman blog gua.

Kesempurnaan emang bukan segalanya. Tapi bukan berarti harus pasrah dan menyerah.. Karena nyatanya, usaha menjadi bagian penting untuk mendapatkan sesuatu, meski hasilnya tak sempurna Banana Breed buatan “Tanse De bakker”…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s