Tips berkemah di pantai

Dikutip dari http://eloknusa.com sebuah event organizer yang bergerak di bidang jasa pelayanan  wisata Kepulauan Seribu khususnya pulau Payung, yang di kemas dengan konsep yang berbeda dan unik, yakni dengan konsep BeachCamp yang nyaman dan menyenangkan

Pantai ternyata tidak hanya bisa dinikmati pada pagi dan siang hari saja. Bermalam di pantai bisa jadi pengalaman baru yang seru. Namun ada beberapa hal yang harus disiapkan dan diperhatikan sebelum Anda berkemah di tepi pantai. Berikut adalah 7 tips berkemah di tepi pantai: Continue reading

Advertisements

Tips & Trik Berkemah (camping) di Pantai

Pantai ternyata tidak hanya bisa dinikmati pada pagi dan siang hari saja. Bermalam di pantai bisa jadi pengalaman baru yang seru. Namun ada beberapa hal yang harus disiapkan dan diperhatikan sebelum Anda berkemah di tepi pantai. Berikut adalah 7 tips berkemah di tepi pantai:

1. Jangan pasang tenda di area pasir lunak
Berkemah di pantai memang asyik, bisa mendengar debur ombak dan bermain di pantai sepanjang malam. Tapi jangan pasang tenda di area pasir yang terlalu empuk karena tenda akan mudah roboh. Wajar saja, karena pasir yang terlalu empuk atau lunak akan membuat pasak tenda tidak tertancap dengan baik. Maka dari itu, carilah permukaan dengan pasir yang lebih padat.

2. Perhatikan jarak tenda dengan air laut
Merasa begitu dekat dengan alam memang menyenangkan, namun ada hal yang harus diperhatikan yaitu jarak tenda dengan air laut. Pada malam hari, air laut akan surut dan pada dini hari, air laut mulai kembali pasang dan malah akan lebih pasang saat pagi hari. Perhatikan jarak tenda, jangan terlalu dekat dengan air. Meski sudah terlihat jauh, ingat-ingat juga bahwa pada dini hari, air akan lebih pasang.

Untuk menentukan area berkemah aman di pantai, carilah yang dekat dengan pepohonan atau semak-semak. Karena pepohonan dan semak-semak tersebut jadi indikator bahwa air laut tidak mencapai daerah tersebut.

3. Pasang pasak lebih dalam

Setelah menemukan area berkemah dengan pasir yang lebih padat, Anda harus memperhatikan kedalaman pasak. Jika berkemah di gunung dengan tanah yang keras hanya butuh menanam setengah pasak, beda hal nya dengan berkemah di pantai. Pasanglah pasak sedalam mungkin, karena
bagaimana pun tanah pasir tidak sekuat tanah pegunungan.

4. Siapkan alas tenda yang mudah dibersihkan
Tenda sudah dipasang, kini saatnya memperhatikan alas tenda. Pilihlah alas tenda yang mudah dibersihkan dan mudah kering. Hindari alas tenda yang memiliki guratan karena pasir bisa terselip di antara guratan tersebut. Selain mudah terselip pasir, air juga lebih sulit dibersihkan dengan alas yang memiliki guratan. Pilihlah alas berbahan karet busa yang licin. Bahan ini mudah dibersihkan dari pasir dan air.

5. Perhatikan angin
Kekuatan angin di daerah pantai bisa dibilang lumayan serius. Jika Anda memasang tenda tidak terlalu kuat, siap-siap saja untuk memasang kembali tenda yang akan dirusak oleh angin. Oleh karena itu, perhatikan kekuatan angin. Pada malam hari, angin akan bertiup lebih kuat. Sebaiknya jangan berkemah di area terbuka. Cari tanah kosong di sekitar semak-semak yang cukup aman.

6. Jangan dirikan tenda terlalu dekat dengan semak-semak
Meski dekat semak-semak lebih aman dari area terbuka, namun ada hal yang mesti diperhatikan. Jangan terlalu dekat dengan semak-semak karena banyak binatang yang senang bersembunyi di sana. Dirikan tenda di jarak aman dari semak-semak. Buat pertahanan tambahan di sekitar tenda dengan menyebar garam atau belerang. Karena binatang seperti ular dan serangga tidak senang bau menyengat dari belerang.

7. Siapkan banyak air bersih
Tidak semua daerah pantai memiliki mata air. Kebanyakan pantai yang memiliki mata air adalah yang letaknya berdekatan dengan gunung. Jika Anda belum tahu apakah akan ada sumber mata air di tempat yang akan Anda datangi, sebaiknya bawalah persediaan air bersih lebih banyak.

Bawalah air bersih dengan jumlah berlebih dan gunakan dengan hemat. Kehabisan air bersih saat berkemah tentu bukan hal yang menyenangkan. Air bersih berguna untuk masak dan minum. Jika ingin sekedar cuci tangan dan kaki, Anda masih bisa melakukannya dengan air laut.

via http://travel.detik.com/read/2012/02/21/114903/1847645/1048/berkemah-di-tepi-pantai-baca-dulu-tips-ini

NB: bagi yang berminat untuk merasakan sensasi berkemah di pinggir pantai, langsung aja hubungi http://eloknusa.com

Menengok Mercusuar di Pulau Payung Besar

Pulau Payung, salah satu gugusan pulau yang terletak di kepulauan seribu ini ternyata menjadi tujuan utama para wisatawan yang berkunjung ke pulau tidung. Alasannya, selain memiliki vegetasi pantai dengan pasir yang lembut, serta pemandangan bawah lautnya yang bagus untuk sorkelling. Pulau yang memiliki luas sekitar 20 hektar ini juga memiliki beberapa objek yang cukup menonjol.

Salah satu dari objek itu adalah Mercusuar ini menjadi pemandu kedua kapal setelah Mercusuar Pulau Tunda untuk memasuki perairan Jakarta dari selat Sunda. Pulau Payung besar berada di 32 km sebelah timur pulau Tunda dan 90 km dari Jakarta. Mercusuar pulau Payung Besar hanya bisa diakses melalui laut.

Hingga saat ini, menara dengan rangka besi berwarna putih ini, masih berdiri kokoh. Dengan ketinggian 30 meter mercusuar ini di operasikan pertama kalinya pada tahun 1890. Sedang untuk kebutuhan teknis, menara ini dilengkapi dengan 2 buah lampu putih, yang menyala tiap 10 detik, dengan tinggi focal plane 32 meter.

Penasaran? 😀

NB: bagi yang berminat untuk merasakan sensasi berkemah di pinggir pantai, Dan melihat secara langsung, mecusuar di pulau payung langsung aja hubungi http://eloknusa.com

Pulau Payung Mulai Diminati

Banyaknya berita yang beredar tentang keindahan Pulau Tidung Kepulauan Seribu, membuat pulau-pulau disekitarnya juga mulai dilirik, tak terkecuali pulau payung, pulau seluas 20 hektar itu kini juga kian diminati wisatawan untuk dikunjungi.

Sayangnya, kebanyakan mereka yang datang ke pulau bependuduk sekitar 150 jiwa itu wisatawan dengan tujuan utama Pulau Tidung yang setiap akhir minggunya dibanjiri ribuan pengunjung. Dari Pulau Tidung, Pulau Payung bisa ditempuh sekira 20 menit menggunakan kapal tradisional. Tujuan mereka ke pulau tersebut bukan tidak lain, adalah untuk Bersnorkling di pantai seputar pulau payung.

Wisatawan biasa melihat panorama bawah laut di sekitar gudus, gundukan batu dan koral yang mengitari Pulau Payung. “Snorkeling di Pulau Payung bagus banget,” kata Nadhifa Ramadhani asal Jakarta dalam kicauan di jejaring sosialnya.Usai selam dangkal, wisatawan “naik ke darat” mengunjungi pulau untuk melepas penat atau mengisi perut dengan panganan yang disediakan para penjual makanan dan minuman yang berjejer tak jauh dari pelabuhan. Sebagian ibu-ibu membuka warung dadakan dengan membuat tenda.Selain itu, wisatawan juga biasa berlama-lama menghabiskan waktu di di pinggir pantai berpasir putih atau mengambil gambar yang lokasinya juga tak jauh dari pelabuhan utama. Lokasi itu makin menarik lantaran ditumbuhi pohon cemara di sepanjang pesisir pantai. Lokasi seputar ini lah yang di jadikan Area Camping Ground oleh ElokNusa Beachcamp.Dengan keberadaan Camping Groud di pulau tersebut, penduduk lokal berharap bahwa, tamu yang datang kepulau tersebut bukan “wisatawan mampiran” alias mereka yang hanya sekedar mampir untuk menikmati keindahan bawah laut dan makanannya saja, akan tetap juga menginap di pulau payung.

NB: bagi yang berminat untuk merasakan sensasi berkemah di pinggir pantai, Dan melihat secara langsung bagaimana indahnya biota bawah laut pulau payung langsung aja hubungi http://eloknusa.com

Sensasi Berkemah di Pinggir Pantai

Rasakan dan Nikmati Sensasi Berkemah di pinggir pantai Pulau Payung yang terletak di Kepulauan Seribu.

Mengunjungi pulau di kepulauan seribu, barangkali menjadi hal yang lumrah untuk saat ini. Letak lokasi yang tidak terlalu jauh dari kota Jakarta, serta panorama alam dan pemandangan bawah lautnya cukup indah untuk di nikmati menjadi daya tarik tersendiri. Sayangnya dari sekian banyak “agen perjalanan” yang ada, sebagian besar hanya menawarkan fasilitas yang itu-saja.. mulai dari snorkling, home stay AC atau pun bersepeda…

Oleh karenanya kami mencoba untuk beda dari yang ada, ya.. kami menawarkan  perjalanan ke pulau payung, sebuah pulau eksotik nan indah dan cukup menarik yang  merupakan bagian dari kepulauan seribu, hanya saja Pulau Payung sendiri belum terlalu dikenal seperti pulau lain di sekitarnya. Ini menjadi keunggulan tersendiri, karena lokasi yang tidak terlalu ramai, sehingga pengunjung akan merasa lebih nyaman dan begitu menyatu dengan penduduk lokal.

Selain itu kami juga menawarkan paket perjalanan yang beda… karena bersama kami, Anda akan merasakan SENSASI BERKEMAH DI PINGGIR PANTAI dengan pemandangan langsung ke pantai lepas, dan di kelilingi pepohonan rindang di atas pasir putih yang menghampar luas..

Kami juga menyediakan fasilitas penunjang lainnya seperti, perlengkapan Snorkling, kamar mandi, toilet, serta perlengkapan camping dan berbeque yang terbaik..

Rasakan juga bagaimana para penduduk lokal mencari ikan ketika air laut sedang surut. Warga menyebutnya dengan “ngobor”, yakni, mencari ikan menyusur pantai di pulau payung, dengan menggunakan  sebuah serok ikan dan senter… ehmm.. atau memancing ikan-ikan kecil di seputar dermaga pulau payung, hasil dari memancing tersebut dijadikan pakan ikan peliharaan di tambak milik warga, sebuah kegiatan yang barangkali sulit untuk kita dapatkan di Jakarta.

Sedang, untuk menikmati keindahan bawah laut atau bersnorkling tidak harus jauh-jauh meninggalkan pulau payung, karena Pulau payung sendiri merupakan incaran utama para penikmat snorkling yang berkunjung ke kepulauan seribu. Jadi buat para pengunjung Pulau Payung sendiri tak perlu lagi jauh atau mengandalkan perahu untuk bersnokling, sehingga bisa bebas sepuasnya untuk menikmati pemandangan bawah laut dan lebih dekat dengan ikan serta biota laut yang ada.

NB: bagi yang berminat untuk merasakan sensasi berkemah di pinggir pantai, Dan melihat secara langsung bagaimana indahnya biota bawah laut pulau payung langsung aja hubungi http://eloknusa.com