sebuah pencarian

Kemana aku harus mecari
puisi lamaku yang kini sepi

laut, hutan atu….
hanya diam memangku sedih
sementara nasib tepat di atas ubun-ubun ku

jiwa tak lagi sanggup
mendengar tawa mereka
meski tak bersuara…

aku terjaga dan menyaksikan
mereka membelah diri
memasuki ruang -ruang telinga

aku juga tau mereka
yang sedang kegirangan
merdeka…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s