Ketika Sepakbola “dianggap” Tak Lagi Bermakna

>>Penulis: Aryz

foto: detikfoto

Kaget, kesal atau mungkin marah, sesuatu yang saya rasakan ketika membaca beberapa status dan twit yang di tulis oleh beberapa orang teman mengenai Stadion Lebak Bulus yang dalam waktu tak lama lagi akan diratakan denga tanah (red:digusur) yang menurut kabar –katanya– akan dibangun subway disana.

Setelah hal yang sama terjadi pada Stadion Menteng pada tahun 2007 (kalo ga salah), dan stadion UMS yang juga akan segera digusur, stadion yang terletak di pinggir jakarta ini sepertinya akan mengalami nasib serupa, dan lagi-lagi dengan alasan yang sama, demi sebuah PEMBANGUNAN.

Saya bukan orang picik yang mengutamakan sepakbola diatas kepentingan lain, tapi bukannya akan lebih baik kalau pembangunan tidak mengganggu fasilitas umum lain, apalgi bangunan yang telah masuk dalam katagori cagar budaya seperti stadion? bukankah lebih baik jika pembangunan lebih mengutamakan kepentingan rakyat, daripada kepentingan pribadi? okelah, mungkin pembangunan subway tadi juga untuk kepentingan umum, yang menjadi pertanyaannya kini, apakah saat ini sudah ada stadion  yang disiapkan sebagai pengganti Stadion Lebak Bulus yang tidak berapa lama lagi akan  di gusur dan lulu lantang?, apakah stadion BMW? sampai tulisan ini saya tulis pun stadion tersebut masi dalam kondisi “jalan di tempat” sama sekali  belum dibangun satu senti pun, kabar yang ada dikarenakan trerkendala msalah sengketa.

foto: detikfoto

Kalau sudah begini,  di mana generasi mendatang akan belajar menendang bola, mengingat lahan luas di jakarta semakin berkurang tergerus pembangunan, bahkan untuk duduk sekalipun. lau dimanakah generasi mendatang akan mengasah bakat mereka dalam mengolah si kulit bundar apabila fasilitas pun makin menjadi kendala. mungkin hal-hal tersebut menjadi sebuah pertanyaan sederhana, namun  harus segera dipikirkan oleh bapak-bapak petinggi kota Jakarta tercinta ini.

Miris memang, disaat euforia AFF masi terasa, disaat banyak orang berteriak menginginkan prestasi sepakbola negri ini, stadion yang harusnya menjadi bagian penting malah harus tergusur dengan alasan sesuatu yang belum pasti ujungnya.

Tulisan ini bukan sebuah protes mengenai sepakbola dengan segala keterbatasan yang dimiliki negri ini, tulisan ini hanya suara seorang suporter yang menginginkan sebuah prestasi dari negaranya, dan semua itu hanya bisa terjadi di satu tempat, yakni stadion.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s